Persaingan Produk Indonesia
dengan Barang Impor
Oleh : Ajeng Putri Hapsari
Globalisasi atau pasar bebas (free trade) merupakan
suatu fakta yang harus dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Dengan adanya
pasar bebas, berbagai hambatan terhadap kegiatan-kegiatan bisnis dihapuskan
atau dikurangi, baik itu hambatan tarif maupun non tarif. Dengan adanya pasar
bebas, jarak antara produsen dan konsumen semakin dekat, sehingga konsumen
dapat memiliki barang yang berkualitas tinggi langsung dari produsennya.
Tidak hanya membawa dampak yang baik, globalisasi atau
pasar bebas juga merupakan ancaman bagi negara-negara miskin serta beberapa
negara-negara berkembang. Dengan adanya perdagangan bebas mereka dituntut harus
siap mental dan siap perekonomian. Pelaku usaha local negara-negara tersebut
akan bersaing dengan pelaku usaha dunia, juga negara-negara maju.
Hingga saat ini produk-produk buatan Indonesia masih
belum mampu bersaing dengan produk-produk impor khususnya dari China. Indonesia
memerlukan barang-barang murah seperti dari China tersebut, tetapi masih belum
bisa bersaing karena banyak kendala dan penyebabnya adalah kebijakan
Pemerintah. Para pelaku usaha ketinggalan akibat kebijakan pemerintah,
kendala-kendala yang dihadapi antara lain regulasi, infrastruktur dan juga
produksi biaya dan upah yang lebih tinggi dibandingkan di China dan Vietnam.
Oleh karena itu semua
elemen harus berupaya supaya dapat bersaing dengan produk China tersebut.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain :
§
Memangkas pos-pos yang tidak berguna agar biaya produksi bisa ditekan.
§
Melakukan terobosan dengan produk-produk yang inovatif, sehingga barang
tersebut bisa laku dipasaran.
§
Mencoba melakukan ekspor barang-barang ke negara Eropa atau negara yang
dimana China belum bisa menembusnya.
§
Dalam manufaktur juga di tingkatkan skill dan kemampuan karyawan
sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualitas terbaik.
§
Bekerja sesuai dengan standard manufacturer seperti ISO 9001, ISO 14001,
ISO 18001.
§
Memberikan latihan pada karyawan bagaimana cara menghasilkan produk
unggulan sehingga dapat bersaing dengan produk lain, khususnya di Asia.
Maka dari itu, semua elemen harus dapat melakukan upaya-upaya supaya dapat bersaing di pasar bebas terutama dengan produk China.
Ekspansi
Bisnis
Oleh :
Ajeng Putri Hapsari
Perkembangan perusahaan saat
ini berkembang dengan cepat. Memasuki era globalisasi, persaingan usaha pun
semakin ketat, ini dikarenakan masuknya era pasar bebas yang menuntut
perusahaan untuk dapat berkompetitif dengan baik dan lebih kreatif agar tetap
dapat bertahan dalam dunia usaha. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk
selalu mengembangkan strategi perusahaan agar dapat bertahan, berdaya saing,
dan terus berkembang di tengah gencarnya persaingan usaha. Strategi tersebut
yaitu melalui penggabungan usaha antara dua perusahaan atau lebih (merger dan
akuisisi).
Salah satu usaha untuk
menjadi perusahaan yang besar dan kuat adalah melalui perluasan usaha atau
ekspansi. Ekspansi adalah aktivitas memperbesar atau memperluas usaha yang
ditandai dengan penciptaan pasar baru, perluasan fasilitas, perekrutan pegawai,
dan lain-lain. Ekspansi dapat juga diartikan sebagai peningkatan aktivitas
ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha. Perluasan atau ekspansi bisnis diperlukan
oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta
untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan.
Ekspansi perusahaan dapat dilakukan dengan ekspansi internal ataupun ekspansi eksternal. Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan tumbuh secara normal melalui kegiatan menambah kapasitas pabrik, menambah unit produksi, dan menambah divisi baru, sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha. Ekspansi perusahaan umumnya dipandang sebagai salah satu indikator keberhasilan atau kemajuan sebuah perusahaan atau anak perusahaan. Ekspansi perusahaan biasanya ditandai dengan seringnya perusahaan mengambil proyek-proyek yang bersifat jangka panjang. Namun, ekspansi perusahaan membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga untuk melakukan ekspansi, perusahaan harus berusaha keras dalam mencari sumber pendanaan yang mudah dan tidak terlalu membebani perusahaan.
Tetapi tidak semua
perusahaan sukses dalam ekspansi, tidak sedikit yang gagal dalam melakukan
ekspansi. Seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang gagal mendapatkan lisensi
penyelenggaraan jasa Mobile Virtual Network Operator (MVNO) di Arab Saudi. Sebelumnya Telkom
menyatakan tertarik melakukan ekspansi ke Arab Saudi untuk mengembangkan
layanan MVNO karena di negara itu terdapat sekitar satu juta orang warga negara
Indonesia.
Kegagalan di Arab Saudi ini
menambah deretan hambatan ekspansi BUMN itu ke luar negeri. Sebelumnya, Telkom
juga kalah tender memperebutkan lisensi seluler 3G di Myanmar. Saat itu, Telkom kalah
tender lantaran dianggap tidak berpengalaman melakukan bisnis di luar negeri.
Pemerintah Myanmar memberi syarat Telkom harus mempunyai pengalaman minimal 2
tahun menjadi operator di luar negeri dan mempunyai 1 juta pelanggan luar
negeri.
Saat ini Telkom baru
memiliki lisensi MVNO di Hong Kong. Aksi Telkom di luar negeri dilakukan
melalui anak usahanya
PT Telekomunikasi International (Telin). Selain Hong Kong, perusahaan pelat
merah ini berhasil merambah pasar telekomunikasi Timor Leste, Singapura,
Australia dan Malaysia.
Untuk menghindari kegagalan ekspansi seperti contoh tersebut, kita harus memperhatikan banyak hal seperti menentukan target pasar internasional yang tepat, memahami proses ekspor impor, memahami kriteria pelaksanaan bisnis berdasarkan lokasi, mencari mitra yang tepat di luar negeri, menghindari fluktuasi uang, dll.
Pasar Internasional
Oleh : Ajeng Putri Hapsari
Pemasaran Internasional adalah kegiatan Pemasaran yang melewati batas-batas lebih dari satu negara. Pemasaran internasional merupakan penerapan
konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka
penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai Negara.
Pasar internasional adalah
pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Pasar internasional
melampaui ekspor pemasar dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran
di negara-negara tempat suatu organisasi melakukan bisnis. Contoh pasar-pasar
Internasional diantaranya adalah Pasar Wol sidney (Australia), Pasar Kopi
Brazil, Pasar Karet Amerika (New work), Pasar Intan Jepang dll.
Manfaat
memasuki pasar internasional diantaranya adalah Perdagangan secara
internasional menyebarkan pelanggan ke beberapa pasar internasional,
memungkinkan perusahaan tumbuh secara global, Pasar global dapat memberi akses
ke sumber pendapatan baru yang dapat memberi bisnis lebih banyak potensi
finansial, mengurangi risiko masalah perdagangan dalam negeri terhadap bisnis,
Kenaikan omset dan pendapatan memastikan bisnis lebih stabil, Perusahaan yang
melakukan perdagangan internasional lebih menarik bagi bisnis lain dan calon
karyawan, dan Peningkatan pendapatan dari bisnis internasional meningkatkan perekonomian
nasional.
Contohnya
saja dari segala peralatan yang kita gunakan
setiap harinya, setidaknya ada satu yang merupakan barang buatan Tiongkok. Tidak bisa dipungkiri lagi, barang-barang asal
negeri Tirai Bambu memang sudah membanjiri pasar Indonesia. Pemerintah
Indonesia dalam hal ini sebagai salah satu stakeholder yang
sangat berpengaruh terhadap keseimbangan neraca perdagangan kedua belah negara
perlu memerhatikan dan mengedepankan sector-sektor yang memiliki prospek sangat
bagus untuk melakukan kegiatan ekspor, agar tidak terjadi ketimpangan
terhadap nilai impor ke Indonesia.
Jika kita menginginkan barang Indonesia yang sukses menguasai pasar Tiongkok dan memiliki brand yang dikenal orang banyak, setidaknya harus memiliki empat karakteristik. Pertama, barang yang dipasarkan haruslah memiliki keunikan tersendiri dan harus ada sesuatu yang stand out dari produk tersebut. Kedua, produk-produk yang sudah memasuki pasar Tiongkok harus memiliki nama yang diterjemahkan kedalam bahasa Mandarin beserta aksara Mandarin agar masyarakat Tiongkok dapat membaca dan memahami dengan jelas jenis barang apa yang dijual. Ketiga, harus berani menjadi pemain pertama dan masuk pasar terlebih dahulu agar bisa mendapatkan pioneer advantage. Pioneer advantage ini dapat diartikan sebagai keuntungan pemain awal atau perintis. Keempat, cerdik dalam memanfaatkan platform digital yang sedang berkembang di Tiongkok. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor, impor, dan juga logistik, PT. Dagang Group Indonesia, yang merupakan satu-satunya Authorized Alibaba Global Partner di Indonesia dapat menjadi pilihan Anda untuk bermitra karena kami memiliki channel untuk memasuki pasar Tiongkok secara online (T-Mall, Taobao) maupun juga offline.
Adaptasi
Produk di Pasar Global
Oleh : Ajeng Putri Hapsari
Adaptasi produk (product
adaptation) mengacu pada penyesuaian standar sebuah produk untuk
memenuhi kondisi atau kebutuhan setempat, terutama di pasar luar negeri. Dalam pemasaran
internasional, adaptasi merupakan pertimbangan penting ketika memasarkan ke
luar negeri. Konsumen di berbagai negara, dengan latar belakang dan budaya yang
berbeda, seringkali memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal keinginan dan
kebutuhan.
Adaptasi produk memungkinkan peluang
penerimaan yang jauh lebih besar dan dapat bermanfaat dalam jangka panjang.
Oleh karenanya, keputusan adaptasi sangat tergantung pada konteks keinginan dan
kebutuhan pasar, persaingan, karakteristik produk, dan jenis adaptasi. Selain
itu, sumber daya dan keterampilan perusahaan juga akan menjadi pertimbangan
penting untuk menentukan apakah aset dan kompetensi perusahaan dapat
mengakomodasi dan mendukung pendekatan adaptasi ataukah tidak.
Sebagai contoh, Unilever mengetahui
bahwa para masyarakat India yang berpenghasilan rendah “dipaksa” puas
menggunakan produk yang berkualitas rendah, karena mereka ingin memakai produk
konsumsi (contoh : detergenatau produk perawatan) yang berkualitas tinggi
tetapi tidak memiliki kekuatan untuk membeli produk-produk tersebut. Sebagai
respon atas keadaan tersebut maka perusahaan mengembangkan kemasan yang rendah
biaya dan inovasi lainnya seperti misalnya di bidang distribusi
produk ini, karena kemasannya dalam bentuk sachet sekali pakai maka ruang
yang dibutuhkan hanya sedikit sehingga produk ini dapat masuk ke dalam
kontainer dalam jumlah yang berkali kali lipat lebih banyak daripada
produk serupa dengan ukuran biasa, dan tentusaja ini merupakan suatu
penghematan biaya.
Memiliki format atau bentuk produk
yang berbeda tetapi dengan merk yang sama dapat membangun loyalitas jangka
panjang konsumen terhadap perusahaan. Di luar dikotomi standardisasi dan
adaptasi, terdapat pendekatan lain. Pemasar internasional dapat
merancang dan memperkenalkan produk baru untuk pasar luar negerisebagai
tambahan dari produk yang telah distandarisasi. Beberapa dari produkini
dikembangkan secara khusus bagi para klien yang berasal dari negaratertentu
kemudian baru diperkenalkan di tempat lain, termasuk di pasar asal negaranya
sendiri.
Oleh karena itu setiap perusahaan
yang sedang memasuki pasar global, sebaiknya mampu mengadaptasikan produk
dengan negara tersebut. Proses adaptasi dapat dilihat dari lingkungan, ekonomi,
kebudayaan dll. Agar produk baru di negara tujuan tersebut dapat bertahan dan
diminati oleh masyarakat negara tersebut.
Menumbuhkan UKM di Indonesia
Oleh : Ajeng Putri Hapsari
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah
sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih
paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang
berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian
Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang
usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi
untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Di Indonesia, UKM adalah
tulang punggung ekonomi Indonesia. Jumlah UKM hingga 2011 mencapai sekitar 52
juta. UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60%
dari PDB dan menampung
97% tenaga kerja.
Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas baru 25% atau 13 juta pelaku
UKM yang mendapat akses ke lembaga keuangan. Pemerintah Indonesia, membina UKM
melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota.
Masih banyak pengusaha UKM
yang memiliki kendala modal usaha, strategi marketing, hingga akses teknologi
digital. Sehingga, usaha mereka tidak berjalan dengan lancar, bahkan tidak
mengalami peningkatan. Di Indonesia sendiri permasalahan UKM sendiri banyak,
diantaranya adalah Minimnya modal usaha, Tidak tau bagaimana cara membesarkan
bisnis, kurangnya inovasi produk, kesulitan dalam mendistribusikan barang,
belum mengoptimalkan pemasaran online, tidak ada branding, tidak melakukan
program loyalitas pelanggan, masih mengandalkan pembukuan manual dll.
Oleh karena itu disarankan
pemerintah memberikan program pinjaman dengan bunga serendah-rendahnya untuk
kelangsungan usaha para UKM Indonesia, para pelaku usaha harus meningkatkan
pengetahuan terkait perkembangan strategis bisnis terbaru dengan rajin-rajin
membaca dan belajar, ikut bergabung dengan berbagai komunikasi bisnis yang
mampu mempertemukan Anda dengan berbagai praktisi bisnis lain untuk menambah
pengalaman dan wawasan, meningkatkan kreatifitas dan inovatif dalalm
memproduksi dan menawarkan produk dengan cara menerapkan berbagai formula
bisnis, ikut aktif bergabung di berbagai pameran produk yang diselenggarakan
berbagai instansi untuk memperluas jangkauan pasar, aktif dalam pemasaran
online, meningkatkan kualitas branding produk UKM dengan melakukan Analisa
SWOT, dan memikirkan ide terbaik tentang bagaimana cara melakkukan program
loyalitas pelanggan, dan mengatur kembali pembukuan setap hari
Lingkungan Pemasaran Global
Oleh : Ajeng Putri Hapsari
Lingkungan Pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar
pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan
hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Dimensi lingkungan makro
adalah ekonomi, sosial budaya, politik, hukum serta teknologi.
Saat suatu perusahaan memasuki pasar global
dengan tujuan negara tertentu, maka perusahaan itu harus melihat lingkungan pemasaran
di negara tersebut Terutama lingkungan budaya. Perusahaan tersebut harus
menyesuaikan produknya dengan lingkungan budaya di negara tersebut. Hal ini
perlu dilakukan supaya produk dapat diterima dan bertahan di masyarakat.
Contoh perusahaan yang harus menyesuaikan budaya
suatu negara atau daerah lain dalam memasarkan produknya adalah IKEA ketika memasuki
pasar Amerika, dimana masyarakat Amerika merasa produk-produk IKEA tidak sesuai
dengan yang mereka inginkan, selain ukuran (IKEA emnggunakan CM sedangkan
Amerika penggunakan Inchi) masyarakat Ameraka pada waktu itu merasa
produk-produk IKEA terlalu kecil bagi mereka, Akan tetapi seiring perekmbangan
zaman, IKEA mengetahui kesalahannya dan mengikuti apa yang konsumen Amerika inginkan.
Oleh karena itu sebuah perusahaan
harus mampu menganalisis lingkungan tempat pasar produknya, seperti apa kebiasaan
masyarakat dinegara tersebut, daya beli, ekonomi dan lain sebagainya. Hal
tersebut guna untuk menyesuaikan dengan produk kita.
Organisasi Perdagangan Internasional
Oleh : Ajeng Putri Hapsari
WTO
(World Trade Organization) adalah organisasi perdagangan internasional yang
mengatur perdagangan antar negara di dunia. Organisasi WTO memiliki kedudukan
yang independen dan terlepas dari badan khusus PBB. Pembentukan WTO berawal
dari perundingan Putaran Uruguay pada tahun 1986-1994. Dalam perundingan ini,
disepakati bahwa peran dan fungsi GATT digantikan oleh sebuah organisasi yang
bernama World Trade Organization (WTO). WTO secara resmi mulai beroperasi pada
tanggal 1 Januari 1995. Pada awal terbentuk, WTO memiliki 154 negara anggota.
Pada tahun 2020, anggota WTO berkembang hingga berjumlah 164 negara di seluruh
dunia.
Dalam buku GATT dan WTO: Sistem, Forum
dan Lembaga Internasional di Bidang Perdagangan (1996) karya Kartodjoemana,
pembentukan WTO bertujuan untuk :
1. Meningkatnya
standar hidup masyarakat dunia
2. Menjamin
lapangan kerja sepenuhnya
3. Meningkatkan
penghasilan secara realistis
4. Memperluas
produksi dan perdagangan barang/jasa Melindungi sumber daya dunia dan
lingkungan alam
Indonesia
telah masuk dalam keanggotaan WTO sejak 24 Februari 1950. Selama bergabung
dengan WTO, Indonesia mendapat beberapa keuntungan seperti perlindungan dari
kecurangan perdagangan, dumping dan deskriminasi kebijakan. Namun di sisi lain,
banyak perusahaan asing multinasional yang menguasai sektor-sektor perdagangan
strategis, seperti air, pangan, busana dan sebagainya . Hal tersebut menjadi
ancaman bagi eksistensi perusahaan-perusahaan dalam negeri Indonesia sendiri.
Oleh karena itu agar Indonesia tetap bisa
bersaing maka Pertama, Indonesia harus mampu melakukan subsitusi bahan baku,
barang dan jasa impor. Kedua, peningkatan kemampuan logistik yang diiringi
dengan penurunan ongkos distribusi. Ketiga, adanya bunga kredit perbankan yang rendah
sehingga industri di dalam negeri bisa mengembangkan kegiatan bisnisnya. Keempat,
pekerja lokal tidak lagi melakukan aksi-aksi tuntutan kenaikan upah. dan yang kelima,
pekerja lokal meningkatkan produktivitas sehingga tidak kalah dibandingkan
pekerja asing.


