Jumat, 18 Juni 2021

Essay Ilmiah Indikator Pemasaran Internasional

 

 Persaingan Produk Indonesia dengan Barang Impor

Oleh : Ajeng Putri Hapsari

Globalisasi atau pasar bebas (free trade) merupakan suatu fakta yang harus dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Dengan adanya pasar bebas, berbagai hambatan terhadap kegiatan-kegiatan bisnis dihapuskan atau dikurangi, baik itu hambatan tarif maupun non tarif. Dengan adanya pasar bebas, jarak antara produsen dan konsumen semakin dekat, sehingga konsumen dapat memiliki barang yang berkualitas tinggi langsung dari produsennya.

Tidak hanya membawa dampak yang baik, globalisasi atau pasar bebas juga merupakan ancaman bagi negara-negara miskin serta beberapa negara-negara berkembang. Dengan adanya perdagangan bebas mereka dituntut harus siap mental dan siap perekonomian. Pelaku usaha local negara-negara tersebut akan bersaing dengan pelaku usaha dunia, juga negara-negara maju.

Hingga saat ini produk-produk buatan Indonesia masih belum mampu bersaing dengan produk-produk impor khususnya dari China. Indonesia memerlukan barang-barang murah seperti dari China tersebut, tetapi masih belum bisa bersaing karena banyak kendala dan penyebabnya adalah kebijakan Pemerintah. Para pelaku usaha ketinggalan akibat kebijakan pemerintah, kendala-kendala yang dihadapi antara lain regulasi, infrastruktur dan juga produksi biaya dan upah yang lebih tinggi dibandingkan di China dan Vietnam.

Oleh karena itu semua elemen harus berupaya supaya dapat bersaing dengan produk China tersebut. Upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain :

§  Memangkas pos-pos yang tidak berguna agar biaya produksi bisa ditekan.

§  Melakukan terobosan dengan produk-produk yang inovatif, sehingga barang tersebut bisa laku dipasaran.

§  Mencoba melakukan ekspor barang-barang ke negara Eropa atau negara yang dimana China belum bisa menembusnya.

§  Dalam manufaktur juga di tingkatkan skill dan kemampuan karyawan sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualitas terbaik.

§  Bekerja sesuai dengan standard manufacturer seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 18001.

§  Memberikan latihan pada karyawan bagaimana cara menghasilkan produk unggulan sehingga dapat bersaing dengan produk lain, khususnya di Asia.

Maka dari itu, semua elemen harus dapat melakukan upaya-upaya supaya dapat bersaing di pasar bebas terutama dengan produk China. 



Ekspansi Bisnis

Oleh : Ajeng Putri Hapsari

Perkembangan perusahaan saat ini berkembang dengan cepat. Memasuki era globalisasi, persaingan usaha pun semakin ketat, ini dikarenakan masuknya era pasar bebas yang menuntut perusahaan untuk dapat berkompetitif dengan baik dan lebih kreatif agar tetap dapat bertahan dalam dunia usaha. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk selalu mengembangkan strategi perusahaan agar dapat bertahan, berdaya saing, dan terus berkembang di tengah gencarnya persaingan usaha. Strategi tersebut yaitu melalui penggabungan usaha antara dua perusahaan atau lebih (merger dan akuisisi).

Salah satu usaha untuk menjadi perusahaan yang besar dan kuat adalah melalui perluasan usaha atau ekspansi. Ekspansi adalah aktivitas memperbesar atau memperluas usaha yang ditandai dengan penciptaan pasar baru, perluasan fasilitas, perekrutan pegawai, dan lain-lain. Ekspansi dapat juga diartikan sebagai peningkatan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha. Perluasan atau ekspansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. 

Ekspansi perusahaan dapat dilakukan dengan ekspansi internal ataupun ekspansi eksternal. Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan tumbuh secara normal melalui kegiatan menambah kapasitas pabrik, menambah unit produksi, dan menambah divisi baru, sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha. Ekspansi perusahaan umumnya dipandang sebagai salah satu indikator keberhasilan atau kemajuan sebuah perusahaan atau anak perusahaan. Ekspansi perusahaan biasanya ditandai dengan seringnya perusahaan mengambil proyek-proyek yang bersifat jangka panjang. Namun, ekspansi perusahaan membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga untuk melakukan ekspansi, perusahaan harus berusaha keras dalam mencari sumber pendanaan yang mudah dan tidak terlalu membebani perusahaan.

Tetapi tidak semua perusahaan sukses dalam ekspansi, tidak sedikit yang gagal dalam melakukan ekspansi. Seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang gagal mendapatkan lisensi penyelenggaraan jasa Mobile Virtual Network Operator (MVNO) di Arab Saudi. Sebelumnya Telkom menyatakan tertarik melakukan ekspansi ke Arab Saudi untuk mengembangkan layanan MVNO karena di negara itu terdapat sekitar satu juta orang warga negara Indonesia.

Kegagalan di Arab Saudi ini menambah deretan hambatan ekspansi BUMN itu ke luar negeri. Sebelumnya, Telkom juga kalah tender memperebutkan lisensi seluler 3G di Myanmar. Saat itu, Telkom kalah tender lantaran dianggap tidak berpengalaman melakukan bisnis di luar negeri. Pemerintah Myanmar memberi syarat Telkom harus mempunyai pengalaman minimal 2 tahun menjadi operator di luar negeri dan mempunyai 1 juta pelanggan luar negeri.

Saat ini Telkom baru memiliki lisensi MVNO di Hong Kong. Aksi Telkom di luar negeri dilakukan melalui anak usahanya PT Telekomunikasi International (Telin). Selain Hong Kong, perusahaan pelat merah ini berhasil merambah pasar telekomunikasi Timor Leste, Singapura, Australia dan Malaysia.

Untuk menghindari kegagalan ekspansi seperti contoh tersebut, kita harus memperhatikan banyak hal seperti menentukan target pasar internasional yang tepat, memahami proses ekspor impor, memahami kriteria pelaksanaan bisnis berdasarkan lokasi, mencari mitra yang tepat di luar negeri, menghindari fluktuasi uang, dll.



Pasar Internasional

Oleh : Ajeng Putri Hapsari 

Pemasaran Internasional adalah kegiatan Pemasaran yang melewati batas-batas lebih dari satu negara. Pemasaran internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai Negara.

Pasar internasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Pasar internasional melampaui ekspor pemasar dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran di negara-negara tempat suatu organisasi melakukan bisnis. Contoh pasar-pasar Internasional diantaranya adalah Pasar Wol sidney (Australia), Pasar Kopi Brazil, Pasar Karet Amerika (New work), Pasar Intan Jepang dll.

Manfaat memasuki pasar internasional diantaranya adalah Perdagangan secara internasional menyebarkan pelanggan ke beberapa pasar internasional, memungkinkan perusahaan tumbuh secara global, Pasar global dapat memberi akses ke sumber pendapatan baru yang dapat memberi bisnis lebih banyak potensi finansial, mengurangi risiko masalah perdagangan dalam negeri terhadap bisnis, Kenaikan omset dan pendapatan memastikan bisnis lebih stabil, Perusahaan yang melakukan perdagangan internasional lebih menarik bagi bisnis lain dan calon karyawan, dan Peningkatan pendapatan dari bisnis internasional meningkatkan perekonomian nasional.

Contohnya saja dari segala peralatan yang kita gunakan setiap harinya, setidaknya ada satu yang merupakan barang buatan Tiongkok. Tidak bisa dipungkiri lagi, barang-barang asal negeri Tirai Bambu memang sudah membanjiri pasar Indonesia. Pemerintah Indonesia dalam hal ini sebagai salah satu stakeholder yang sangat berpengaruh terhadap keseimbangan neraca perdagangan kedua belah negara perlu memerhatikan dan mengedepankan sector-sektor yang memiliki prospek sangat bagus untuk melakukan kegiatan ekspor, agar tidak terjadi  ketimpangan terhadap nilai impor ke Indonesia.

Jika kita menginginkan barang Indonesia yang sukses menguasai pasar Tiongkok dan memiliki brand yang dikenal orang banyak, setidaknya harus memiliki empat karakteristik. Pertama, barang yang dipasarkan haruslah memiliki keunikan tersendiri dan harus ada sesuatu yang stand out dari produk tersebut. Kedua, produk-produk yang sudah memasuki pasar Tiongkok harus memiliki nama yang diterjemahkan kedalam bahasa Mandarin beserta aksara Mandarin agar masyarakat Tiongkok dapat membaca dan memahami dengan jelas jenis barang apa yang dijual. Ketiga, harus berani menjadi pemain pertama dan masuk pasar terlebih dahulu agar bisa mendapatkan pioneer advantagePioneer advantage ini dapat diartikan sebagai keuntungan pemain awal atau perintis. Keempat, cerdik dalam memanfaatkan platform digital yang sedang berkembang di Tiongkok. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ekspor, impor, dan juga logistik, PT. Dagang Group Indonesia, yang merupakan satu-satunya Authorized Alibaba Global Partner di Indonesia dapat menjadi pilihan Anda untuk bermitra karena kami memiliki channel untuk memasuki pasar Tiongkok secara online (T-Mall, Taobao) maupun juga offline.

 

 

Adaptasi Produk di Pasar Global

Oleh : Ajeng Putri Hapsari 


Adaptasi produk (product adaptation) mengacu pada penyesuaian standar sebuah produk untuk memenuhi kondisi atau kebutuhan setempat, terutama di pasar luar negeri. Dalam pemasaran internasional, adaptasi merupakan pertimbangan penting ketika memasarkan ke luar negeri. Konsumen di berbagai negara, dengan latar belakang dan budaya yang berbeda, seringkali memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal keinginan dan kebutuhan.

Adaptasi produk memungkinkan peluang penerimaan yang jauh lebih besar dan dapat bermanfaat dalam jangka panjang. Oleh karenanya, keputusan adaptasi sangat tergantung pada konteks keinginan dan kebutuhan pasar, persaingan, karakteristik produk, dan jenis adaptasi. Selain itu, sumber daya dan keterampilan perusahaan juga akan menjadi pertimbangan penting untuk menentukan apakah aset dan kompetensi perusahaan dapat mengakomodasi dan mendukung pendekatan adaptasi ataukah tidak.

Sebagai contoh, Unilever mengetahui bahwa para masyarakat India yang berpenghasilan rendah “dipaksa” puas menggunakan produk yang berkualitas rendah, karena mereka ingin memakai produk konsumsi (contoh : detergenatau produk perawatan) yang berkualitas tinggi tetapi tidak memiliki kekuatan untuk membeli produk-produk tersebut. Sebagai respon atas keadaan tersebut maka perusahaan mengembangkan kemasan yang rendah biaya dan inovasi lainnya seperti misalnya di bidang distribusi produk ini, karena kemasannya dalam bentuk sachet sekali pakai maka ruang yang dibutuhkan hanya sedikit sehingga produk ini dapat masuk ke dalam kontainer dalam jumlah yang berkali kali lipat lebih banyak daripada produk serupa dengan ukuran biasa, dan tentusaja ini merupakan suatu penghematan biaya.

Memiliki format atau bentuk produk yang berbeda tetapi dengan merk yang sama dapat membangun loyalitas jangka panjang konsumen terhadap perusahaan. Di luar dikotomi standardisasi dan adaptasi, terdapat pendekatan lain. Pemasar internasional dapat merancang dan memperkenalkan produk baru untuk pasar luar negerisebagai tambahan dari produk yang telah distandarisasi. Beberapa dari produkini dikembangkan secara khusus bagi para klien yang berasal dari negaratertentu kemudian baru diperkenalkan di tempat lain, termasuk di pasar asal negaranya sendiri. 

Oleh karena itu setiap perusahaan yang sedang memasuki pasar global, sebaiknya mampu mengadaptasikan produk dengan negara tersebut. Proses adaptasi dapat dilihat dari lingkungan, ekonomi, kebudayaan dll. Agar produk baru di negara tujuan tersebut dapat bertahan dan diminati oleh masyarakat negara tersebut.

  

 

Menumbuhkan UKM di Indonesia

Oleh : Ajeng Putri Hapsari

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Di Indonesia, UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Jumlah UKM hingga 2011 mencapai sekitar 52 juta. UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas baru 25% atau 13 juta pelaku UKM yang mendapat akses ke lembaga keuangan. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Masih banyak pengusaha UKM yang memiliki kendala modal usaha, strategi marketing, hingga akses teknologi digital. Sehingga, usaha mereka tidak berjalan dengan lancar, bahkan tidak mengalami peningkatan. Di Indonesia sendiri permasalahan UKM sendiri banyak, diantaranya adalah Minimnya modal usaha, Tidak tau bagaimana cara membesarkan bisnis, kurangnya inovasi produk, kesulitan dalam mendistribusikan barang, belum mengoptimalkan pemasaran online, tidak ada branding, tidak melakukan program loyalitas pelanggan, masih mengandalkan pembukuan manual dll.

Oleh karena itu disarankan pemerintah memberikan program pinjaman dengan bunga serendah-rendahnya untuk kelangsungan usaha para UKM Indonesia, para pelaku usaha harus meningkatkan pengetahuan terkait perkembangan strategis bisnis terbaru dengan rajin-rajin membaca dan belajar, ikut bergabung dengan berbagai komunikasi bisnis yang mampu mempertemukan Anda dengan berbagai praktisi bisnis lain untuk menambah pengalaman dan wawasan, meningkatkan kreatifitas dan inovatif dalalm memproduksi dan menawarkan produk dengan cara menerapkan berbagai formula bisnis, ikut aktif bergabung di berbagai pameran produk yang diselenggarakan berbagai instansi untuk memperluas jangkauan pasar, aktif dalam pemasaran online, meningkatkan kualitas branding produk UKM dengan melakukan Analisa SWOT, dan memikirkan ide terbaik tentang bagaimana cara melakkukan program loyalitas pelanggan, dan mengatur kembali pembukuan setap hari

 

 

Lingkungan Pemasaran Global

Oleh : Ajeng Putri Hapsari 

Lingkungan Pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Dimensi lingkungan makro adalah ekonomi, sosial budaya, politik, hukum serta teknologi.

Saat suatu perusahaan memasuki pasar global dengan tujuan negara tertentu, maka perusahaan itu harus melihat lingkungan pemasaran di negara tersebut Terutama lingkungan budaya. Perusahaan tersebut harus menyesuaikan produknya dengan lingkungan budaya di negara tersebut. Hal ini perlu dilakukan supaya produk dapat diterima dan bertahan di masyarakat.

Contoh perusahaan yang harus menyesuaikan budaya suatu negara atau daerah lain dalam memasarkan produknya adalah IKEA ketika memasuki pasar Amerika, dimana masyarakat Amerika merasa produk-produk IKEA tidak sesuai dengan yang mereka inginkan, selain ukuran (IKEA emnggunakan CM sedangkan Amerika penggunakan Inchi) masyarakat Ameraka pada waktu itu merasa produk-produk IKEA terlalu kecil bagi mereka, Akan tetapi seiring perekmbangan zaman, IKEA mengetahui kesalahannya dan mengikuti apa yang konsumen Amerika inginkan.

Oleh karena itu sebuah perusahaan harus mampu menganalisis lingkungan tempat pasar produknya, seperti apa kebiasaan masyarakat dinegara tersebut, daya beli, ekonomi dan lain sebagainya. Hal tersebut guna untuk menyesuaikan dengan produk kita.

 

 

Organisasi Perdagangan Internasional

Oleh : Ajeng Putri Hapsari

WTO (World Trade Organization) adalah organisasi perdagangan internasional yang mengatur perdagangan antar negara di dunia. Organisasi WTO memiliki kedudukan yang independen dan terlepas dari badan khusus PBB. Pembentukan WTO berawal dari perundingan Putaran Uruguay pada tahun 1986-1994. Dalam perundingan ini, disepakati bahwa peran dan fungsi GATT digantikan oleh sebuah organisasi yang bernama World Trade Organization (WTO). WTO secara resmi mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari 1995. Pada awal terbentuk, WTO memiliki 154 negara anggota. Pada tahun 2020, anggota WTO berkembang hingga berjumlah 164 negara di seluruh dunia.

Dalam buku GATT dan WTO: Sistem, Forum dan Lembaga Internasional di Bidang Perdagangan (1996) karya Kartodjoemana, pembentukan WTO bertujuan untuk :

1.      Meningkatnya standar hidup masyarakat dunia

2.      Menjamin lapangan kerja sepenuhnya

3.      Meningkatkan penghasilan secara realistis

4.      Memperluas produksi dan perdagangan barang/jasa Melindungi sumber daya dunia dan lingkungan alam

Indonesia telah masuk dalam keanggotaan WTO sejak 24 Februari 1950. Selama bergabung dengan WTO, Indonesia mendapat beberapa keuntungan seperti perlindungan dari kecurangan perdagangan, dumping dan deskriminasi kebijakan. Namun di sisi lain, banyak perusahaan asing multinasional yang menguasai sektor-sektor perdagangan strategis, seperti air, pangan, busana dan sebagainya . Hal tersebut menjadi ancaman bagi eksistensi perusahaan-perusahaan dalam negeri Indonesia sendiri.

Oleh karena itu agar Indonesia tetap bisa bersaing maka Pertama, Indonesia harus mampu melakukan subsitusi bahan baku, barang dan jasa impor. Kedua, peningkatan kemampuan logistik yang diiringi dengan penurunan ongkos distribusi. Ketiga, adanya bunga kredit perbankan yang rendah sehingga industri di dalam negeri bisa mengembangkan kegiatan bisnisnya. Keempat, pekerja lokal tidak lagi melakukan aksi-aksi tuntutan kenaikan upah. dan yang kelima, pekerja lokal meningkatkan produktivitas sehingga tidak kalah dibandingkan pekerja asing.




 

 

 

 

 

 

 

 

Essay Ilmiah Indikator Pemasaran Internasional

    Persaingan Produk Indonesia dengan Barang Impor Oleh : Ajeng Putri Hapsari Globalisasi atau pasar bebas (free trade) merupakan suatu...